Jokowi Tak Mau Jadi Manajer Persis

Maret 1, 2008

SOLO – Wali Kota Solo Joko “Jokowi” Widodo menghindar dari pencalonan dirinya sebagai Manajer Persis pada Liga Indonesia (Ligina) 2008. Sayangnya, orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo itu tak menyampaikan alasannya.

Jokowi menyatakan, masih banyak figur yang layak dicalonkan sebagai kandidat Manajer Laskar Sambernyawa, julukan Persis. Salah satu nama yang direkomendasikan Jokowi sebagai calon kandidat Manajer Persis adalah Dwi Heriyanto B. “Tidak masalah kalau saya dicalonkan sebagai Manajer Persis. Tapi, kan masih banyak figur lain yang juga cukup kompeten untuk menangani Persis,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, Dwi yang saat ini tercatat sebagai General Manajer Kandatel Solo dianggap mampu mengelola Manajemen Persis. “Saya rasa, dia layak dicalonkan sebagai Manajer Persis. Dia ini masih muda, jadi cukup energik untuk mengangani tim sepak bola,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Persis F.X. Hadi Rudyatmo mengaku tak mempermasalahkan mundurnya Jokowi dari pencalonannya sebagai Manajer Persis. Menurut pria yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Solo itu, mundurnya Jokowi merupakan hal wajar. Apalagi, kesibukannya sebagai Wali Kota Solo jelas tak bisa ditinggalkan.

Lantas, bagaimana tanggapan pria yang akrab disapa Rudy itu atas rekomendasi Jokowi yang mengajukan Dwi Heriyanto sebagai kandidat kuat Manajer Persis?. “Saya akan bawa nama-nama yang disodorkan Pak Wali ke rapat pleno pengurus,” jelas Rudy.

Selain Dwi Heriyanto, nama Manajer Persis saat tampil di Divisi I Sumartono Hadinoto turut meramaikan bursa pencalonan manajer. Selanjutnya, nama-nama kandidat Manajer Laskar Sambernyawa dibawa dalam rapat pleno pengurus yang akan digelar pekan pertama Maret ini.

Terpisah, Dwi Heriyanto ketika dikonfirmasi tidak bisa memberikan jawaban secara pasti. Hanya saja, Dwi Heriyanto secara tegas menolak pencalonannya sebagai Manajer Persis. “Ah, itu hanya bisa-bisanya Pak Wali dan Pak Wawali saja. Tidak mungkin saya mampu menangani Persis,” tukas Dwi.

Meski demikian, Dwi mengaku sudah punya komitmen dalam membantu mengatasi masalah pendanaan Persis. Bahkan, dia mengakui jika rencana tersebut sudah dibicarakan secara serius dengan Rudy.

Salah satu mekanisme kerjasamanya adalah dengan penggalangan dana melalui short massage service (SMS). “Saat ini kami sedang menyusun proposalnya. Mungkin minggu depan saya akan bertemu dengan Pak Wali untuk membicarakan masalah ini,” jelas Dwi.


Persela Incar Modestus

Maret 1, 2008

SEMARANG – Satu lagi punggawa PSIS Semarang yang dipastikan segera hengkang dari Kota Lumpia. Ya, Modestus Setiawan yang sebelumnya dikabarkan merapat ke Persib Bandung ternyata saat ini sedang menjalin pembicaraan serius dengan Persela Lamongan.

Saat dihubungi Modestus membenarkan kabar adanya tersebut. Bahkan menurut pengakuannya, masih ada dua klub lagi yang berminat meminang mantan pilar Persijatim Solo FC itu. Seperti pemain kebanyakan, Modestus pun enggan membeberkan dua nama klub yang mengincarnya tersebut.

“‘Memang sudah ada tiga klub yang menghubungi saya. Dua dari peserta Liga Super dan satu lagi dari Divisi Utama,” ujar Modestus.

Disinggung soal kemungkinananya membela Laskar Ken Arok, julukan Persela, Modestus mengaku, proses negosiasi baru mencapai 70 persen. “Negosiasi dengan Persela baru sekitar 70 persen. Sampai sekarang belum ada kesepakatan soal harga,” tegas pria yang akrab disapa Tutus itu.

Hanya saja, kemungkinan besar Tutus akan memilih klub yang secara geografis memiliki letak yang tidak terlalu jauh dari Kota Atlas. Alasannya, dia tak bisa meninggalkan ayahnya yang memang sekarang tinggal sendirian di rumah. “Bapak sekarang di rumah sendirian. Jadi, kemungkinan saya akan memilih klub yang tidak terlalu jauh dari Semarang,”” lanjutnya.

Dia menampik jika dikatakan pilih-pilih klub. Dimana pun berlabuh, Tutus menggaransi akan bermain semaksimal mungkin. Dan berusaha mempersembahkan yang terbaik kepada klub yang dibelanya. Apalagi, cedera yang menghantuinya sepanjang musim 2007 lalu sudah pulih 100 persen.

Asisten Manajer Persela Lamongan M. Fadelli membenarkan kabar tersebut. Meskipun dia masih bungkam soal kepastian Tutus berlabuh di Persela musim 2008. “Memang sudah ada pembicaraan. Tapi sudah sampai mana?. Nanti saja kalau semua sudah pasti,” cetus Fadelli.

Hengkangnya Tutus dari Mahesa Jenar, julukan PSIS semakin menambah daftar panjang eksodus pemain. Karena sebelumnya Maman Abdulrahman, Harry Salisbury, I Komang Putra, Kahudi Wahyu dan M. Ridwan memastikan diri meninggalkan Stadion Jatidiri, Semarang.