Satu pria dikelilingi empat wanita cantik. Siapa yang tak senang? Namun, tidak demikian yang dirasakan Fahri bin Abdillah (Fedi Nuril).
Fahri adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar master di Universitas Al-Ahzar, Mesir. Sifatnya yang baik hati, tulus, sopan dan selalu memperlakukan wanita dengan baik, memikat para wanita.
Masing-masing wanita itu berharap, Fahri menyambut perasaan mereka. Namun, Fahri yang sejak awal menginjakkan kaki di Mesir memiliki berbagai target dan berusaha menjalani hidup dengan cara Islam, masih belum berani memilih siapa jodohnya.
Empat wanita itu di antaranya, Nurul binti Ja’far Abdur Razaq (Melanie Putria), anak kyai besar di Jawa Timur. Dia memendam rasa suka dan simpati kepada Fahri tanpa berani mengungkapkan meski hanya lewat surat seperti gadis lain.
Lalu, Maria Girgis (Carissa Putri), gadis Kristen Koptik yang bertetangga dengan Fahri. Meski beragama Kristen, dia amat mengagumi Al-Quran. Cintanya yang dalam kepada Fahri menimbulkan penderitaan yang menyiksa dirinya.
Aisha (Rianti Cartwright), gadis keturunan Jerman dan Turki bermata indah yang cerdas dan kaya. Dia pertama kali bertemu Fahri saat sama-sama berada di satu metro (alat transportasi di Mesir). Fahri membela Aisha dari serangan pria kasar yang mengisyaratkan bahwa Islam kolot dan kaku. Pertemuan itu menumbuhkan cinta di hati Aisha. Fahri pun tak bisa mengingkari isi hatinya.
Lalu, Noura bin Bahadur (Zaskia Mecca). Gadis yang terus menerus mengalami siksaan ayahnya itu menyentuh hati Fahri untuk membantu melepaskan diri dari siksaan sang ayah.
Kebaikan demi kebaikan dilakukan dengan tulus oleh Fahri, terhadap siapa pun tanpa pandang bulu. Sayang, kebaikannya itu justru menjadi bumerang.
Singkat cerita, Fahri menemukan jodoh dan menikahi salah satu gadis tersebut. Ternyata, pernikahannya malah menimbulkan masalah baru hingga membuat Fahri dipenjara akibat tuduhan melakukan pemerkosaan.
Sakit hati yang dialami gadis lain yang tak dipilih Fahri sebagai istri, menyerangnya dan mengancam kehidupan serta rumah tangganya.
Mampukah Fahri tetap menjalani semua dengan keikhlasan dan kesabaran sebagai kuncinya. Lantas, siapa yang dipilih Fahri untuk dinikahi?
Kisah cinta yang bukan cinta biasa ini tertuang dalam film adaptasi novel best seller karya Habiburrahman El Shirazy, Ayat-Ayat Cinta.
Disutradari oleh sutradara yang biasa menyutradari film komedi dan anak muda, Hanung Bramantyo, membuat film dengan nuansa Islami ini hadir tanpa terkesan menggurui.
Mengambil lokasi syuting di Semarang dan mengganti Mesir dengan India, cukup menggambarkan keadaan Mesir sesuai dengan jalan cerita. Setidaknya, film yang sempat beberapa kali diundur waktu rilisnya dan membuat sejumlah orang penasaran ini, bisa memuaskan penonton.
Namun, bagi yang sempat membaca novelnya, pasti menyadari ada beberapa bagian yang berbeda antara versi novel dengan film. Seperti apa bedanya, hanya bisa ditemukan dengan menyaksikan Ayat-Ayat Cinta yang mulai dirilis 19 Februari 2008, di bioskop.
Judul : Ayat-Ayat Cinta
Sutradara : Hanung Bramantyo
Pemain : Fedi Nuril, Melanie Putria, Carissa Putri, Rianti Cartwright, Zaskia Mecca, Surya Saputra
Produksi : MD Entertainment.(ang)