Para petani di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengeluhkan kondisi cuaca yang tidak menentu beberapa minggu terakhir karena dapat mempengaruhi hasil panen mereka.
“Perubahan iklim yang tidak menentu saat ini akan berdampak terhadap turunnya produktivitas para petani, sehingga hasil panennya juga mengalami penurunan,” kata Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Sukabumi, Maman Suparman, di Sukabumi, Kamis.
Kerusakan hutan di sekitar lokasi areal pertanian, jelasnya, menjadi faktor penyebab cuaca yang tak menentu tersebut.
“Saya minta kepada pemerintah agar pengrusakan hutan dapat dihilangkan, sehingga sistem pengairan bagi para petani tidak terganggu,” ujarnya.
Ia menyebutkan, secara umum perubahan cuaca karena efek pemanasan global, seperti yang terjadi saat ini dalam satu pekan bisa terjadi musim kemarau dan musim hujan secara bergantian.
“Jika kondisi tersebut terus terjadi, maka akan mengancam berkurangnya jumlah produksi padi. Dampak yang paling parah adalah terjadinya rawan pangan,” tuturnya.
Terkait menghilangnya pupuk di pasaran, Maman menjelaskan kini pendistribusian pupuk mulai masuk ke Sukabumi.
“Pupuk urea yang sempat hilang, saat ini sedikit demi sedikit mulai ada di pasaran,” katanya sambil berharap agar pasokan pupuk segera normal untuk memenuhi permintaan para petani yang serentak.
Juli 31, 2008 pukul 5:40 pm
mohon kepada ketua dpd hkti sukabumi,untuk info lebih lanjut tentang menjadi kader HKTI,apakah saya tidak keterima,atau gimana?masalahnya tidak ada pemberitahuan lebih lanjut.